Kisah sebenarnya kenapa yaskur kuliah di dua kampus?

Saturday, June 11, 2016 suparman 2 Comments

Selama ini ketika ada yang tanya kenapa yaskur kuliah di dua kampus yaskur selalu menjawab karena iseng, kurang kerjaan dsb. Padahal sebenarnya itu bukan alasan utama. Beberapa teman sudah aku kasih tahu tentang kisah ini. Dan kini aku publikasikan di publik ya agar para fansku juga tahu sebenarnya siapa aku dulu. Eh tapi namanya fans terkadang dia lebih tahu dari kita sendiri denk. :3 oke next.

Sebenarnya jauh sebelum aku kuliah aku sudah memiliki aksi gila yaitu setelah lulus SMK aku ingin sekolah lagi di SMA. Kenapa begitu karena aku merasa tidak pernah memiliki masa sekolah yg indah. Yang ada hanyalah perasaan tertindas oleh teman-teman lain maupun sama sistem sekolah tersebut.  Saat masa sekolah aku tidak memiliki temen baik, temen main, sahabat, apalagi pacar. Yang aku kenal itu cuman teman yang hanya aku temui di sekolah yaitu teman biasa dan teman yang aku benci(yang menurutku menindasku).

Sebenarnya aku juga tidak tahu apa itu temen atau sahabat, aku baru tahu itu setelah baca joke, meme, atau kisah-kisah masa sekolah. Disitu banyak yang membahas soal teman baik, teman sejati, bla bla. Hal tersebut membuatku sadar aku hanyalah seorang aneh yang belum merasakan hidup yang sebenarnya. Setelah aku intropeksi dan review aku merasa ternyata caraku berteman emang salah. Karena masa SMP aku tertindas maka saat SMK aku ingin gantian menindas tapi karena belum pengalaman menindas yg ada akulah yg semakin tertindas. Aku liat ada teman yang memiliki teman banyak dan friendly dan dia tidak menindas maupun tertindas. Itulah model yang ingin aku contoh. Tapi untuk mencontoh saat di SMK saat itu tidak mungkin, aku ingin memperbaiki kesalahan-kesalahanku dalam pertemanan di SMA baru. 

saat itu aku sudah mempunyai penghasilan sendiri dan target setelah lulus SMK itu aku dah bisa buat bayar kuliah dan sekolah sekaligus tinggal sendiri. Karena jelas aku tidak akan bilang keluargaku kalau aku ingin sekolah lagi. Tapi ternyata kenyataan tak sesuai ekspetasi, saat lulus penghasilanku belum cukup. Akhirnya aku cuman nganggur setahun dan ngumpulin duit buat kuliah saja. Karena tahun berikutnya umurku sudah mencapai batas syarat untuk menjadi siswa baru di kebanyakan SMA jadi gak bisa deh sekolah di SMA lg.  

Satu tahun berikutnya akhirnya aku bisa kuliah di perguruan tinggi idamanku sejak kecil atas bantuan kakaku yang sudah bekerja. Tapi tujuan utama kuliah saat itu adalah menuntut ilmu tentang IT, yang kedua baru memperbaiki dan membuat pertemanan yang baru. Namun diluar ekspetasi, ilmu2 yang diajarkan itu ternyata tidak sesuai ekspektasiku. Lebih lengkapnya baca blog sebelum ini. Sejak itu yang membuatku bertahan adalah teman-teman baik yang tidak pernah aku temui sebelumnya. Jika saat masa sekolah masih banyaknya teman yg sok jago, senioritas, aksi bullying, dan penindasan kalau di kampusku sama sekali tidak ada atau setidaknya aku belum pernah lihat secara langsung.  

Aku  berpikir apakah ini yang dinamakan hidup yang sebenarnya. Teman-teman dari amikom sangat mewarnai hidupku, bisa jalan jalan bareng, nongkrong bareng, liburan bareng, dan hal hal lain yang belum pernah aku rasakan saat sekolah. Baru teman di 1 satu kampus aja dah bikin bahagia, bagaimana ya kalau aku berteman dengan lebih banyak teman dikampus lain lagi. Aku juga berpikir kok dari kecil aku gak pernah mengenal yang namanya wanita ya. Emang sih di amikom hampir semua temen cewek kenal lumayan dekat sama aku, sering main bareng, saling bantu, dkk sudah seperti apa yg meme2 katakan tentang apa itu teman. Tapi yaitu temen ceweku cuman 5 dari 75 mahasiswa dalam 1 kelas. Itu baru teman dan hampir semua sudah punya pasangan masing-masing lah kemudian aku berpikir bagaimana aku bisa menemukan pasanganku kalau hanya main sama itu-itu orang. Jadi alasan kedua untuk mengenal wanita lebih banyak dan lebih dalam. Sebenarnya kalau pasangan sih belum terpikir saat itu. Aku hanya ingin mengenal terlebih dahulu karena banyak sisi-sisi wanita yang masih membingungkanku.

Pada semester 2 alhamdulilah aku sudah bebas finansial, tidak ada beban lg soal keuangan. Simpananku cukup lah untuk kuliah di lebih dari 3 perguruan tinggi(tapi yang termurah :3). Dan akhirnya pada semester berikutnya aku putuskan  untuk kuliah di kampus lain lagi, lalu pada tahun berikutnya lagi aku ingin kuliah lagi dikampus lain lagi. lalu pada tahun berikutnya lagi aku ingin kuliah lagi kampus lain lagi dan seterusnya. Ya aku ingin kuliah di banyak perguruan tinggi, bukan cuman 1 2 saja karena tujuanku adalah mencari teman, teman, teman, dan pasangan. jadi targetku itu 3tahun dpt banyak teman dan ditahun terakhir dapet banyak pasangan.

Pertama aku kepikiran untuk di YKPN saja, banyak cewek bohaynya coy. Tapi setelah aku pikir2 melihat gaya hidup mahasiswanya jadi gak ngeh, bukan gue banget. lalu kemudian aku ingin di mercubuana dan sdh hampir fix disitu. Tapi suatu ketika ada temenku dari amikom yang meretweet sebuah tweet promosi kuliah bisa nyicil seumur hidup. Ya itu di stiebbank. Tapi aku melihat kampusnya belum familiar dan ternyata emang bisa dibilang perguruan tinggi baru(sebenernya dah tua tapi seperti lahir lagi lah). Oleh karena itu aku selalu pantau kampus itu, aku tanyain sdh berapa yang daftar ditu sama marketingnya. Kalau banyak yg daftar yang aku ikut daftar. Aku gak tertarik promosinya sbg kampus ini itu karena aku gak mau jd korban iklan lg, tujuanku hanya untuk mencari teman dan irit karena lumayan kan bisa dicicil seumur hidup. Kalau ditahun berikutnya keluar juga gak rugi-rugi amat. 

Setelah masuk STIEBBANK aku menemukan teman-teman baru yang secara umum sangat berbeda dengan di amikom. Di stiebbank orangnya sangat serius, awalnya aku sulit beradaptasi tapi akhirnya aku bisa beradaptasi dan mengenal maupun dikenal oleh hampir semua(bahkan mgkn emang semua) mahasiswa seangkatan.

Ditahun berikutnya terjadi krisis moneter karena kesibukanku kuliah dan berteman di 2 kampus aku jadi gak ada waktu buat ngurus bisnis onlineku, alhasil incomeku semakin turun dan terus menurun. jadi target untuk kuliah lagi di perguruan tinggi lain lagi gak jadi. Bahkan aku malah cuti di amikom agar bisa fokus mengembangkan bisnis onlineku. Tapi terjadi pemborosan yg sangat derastis karena suatu hal, jadi masih terjadi krisis moneter sampai semester berikutnya. 

Jadi kesimpulannya adalah aku kuliah di dua kampus yg berbeda itu karena  aku krisis moneter sehingga tidak bisa membiayai kuliah di kampus ketiga.


Demikian blogku yang sangat panjang ini terima kasih banyak kalau sudah baca dari awal sampai akhir. dan terima kasih saja kalo cuman baca tulisan ini doank.

2 comments: